8/6/13

Pulang Kampung yang Singkat

Sudah begitu lama rasanya tidak menulis (skripsi tidak masuk hitungan yaa :p). Saya seperti kehilangan cerita, juga kata-kata. Sekarang sih sudah lebih baik karena sedang rehat dari bimbingan dan menulis skripsi :D Nah, yang kali ini saya ingin ceritakan adalah liburan singkat saya di rumah. Di tahun baru saya hanya 3 hari berada di rumah, selanjutnya harus balik ke Padang untuk seminar proposal. Liburan semester kali ini pun tak jauh berbeda. Padahal saya berharap bisa lebih dari seminggu. Namun karena dosen pembimbing yang tak bisa sebentar saja saya tinggal saya (ceileeh), terpaksa saya harus balik tepat seminggu. Lagi-lagi singkat sekali >.<

Seminggu itu saya bahkan tidak sempat bertemu sahabat-sahabat di kala SMA. Kebanyakan mereka masih sibuk mengurus skripsi atau sidang skripsi. Alhasil saya cuma menghabiskan waktu di rumah dan di rumah oma sekali. Oma sedang sakit, ya sakit karena usia yang sudah lanjut. Sedih rasanya melihat oma yang hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur, duduk saja sudah susah. Katanya beliau menanyakan saya terus karena adik saya waktu itu sudah bertemu oma sebelum saya datang. Saya yang belum. Lega dan senang rasanya bisa bertemu beliau, menyapa, ngobrol-ngobrol sambil tertawa. Sepertinya pulang kampung saya yang singkat tidak sia-sia juga ya.

Selain itu mama menambah pekerjaan saya di rumah dengan membantu beliau menyusun SKM untuk semester berikutnya. Ya, pekerjaan saya di rumah dulu juga kalau pulang ke rumah ya begitu dari mama. Kalau tidak membantu beliau merekap nilai rapor, ya bermacam-macam lah urusan seorang guru SMP. Dan bagi saya, menyenangkan sekali bisa membantu mama. Kalau sama papa, ya biasalah. Kalau nonton berita, saya harus dengar komentar-komentar papa tentang berita tersebut. Padahal kan saya masih awam sekali soal politik. Jadi kalau papa sudah mulai komentar—seakan ngajak diskusi,biasanya saya cuma manggut-manggut. Kadang juga saya lebih sering bertanya, itu maksudnya apa :D Tapi, lumayan juga pengetahuan saya semakin bertambah dengan pemikiran-pemikiran papa. Kalau dengan adik saya lain lagi. Yang kami bicarakan biasanya koleksi film di laptop/notebook, kemudian koleksi lagu di ponsel. Senang rasanya bisa berkumpul lengkap berempat di rumah :)

Kemudian, entah bagaimana ceritanya saya dan mama asik membuka album foto masa lalu. Saat mama dan papa masih muda, saat pernikahan mama dan papa, saat saya masih jadi anak tunggal, saat adik saya masih kecil, wah pokoknya serasa nostalgia lagi :D Saking asiknya, saya kembali mengambil foto tersebut dengan kamera saku saya. Ini beberapa foto jadul saya :D

Saya kecil di TK :D

Saya kecil di samping pohon natal kami :D

Saya (sebelah kiri) dan adik saya saat membuka kado natal dari papa dan mama (selalu sama, yang berbeda hanya warna sesuai warna favorit kami) :D

Saya dan adik sedang di kapal feri yang mengarungi Danau Toba :D


Udah ah segitu aja :D Kalau kebanyakan entar dibilang narsis :p Bagaimana? Jadul sekali kan :D Ya, saya benar-benar menikmati pulang kampung yang singkat bersama keluarga kecil dan hangat ini. Meskipun singkat, namun menyenangkan. Lagi-lagi saya mau bilang, ternyata pulang kampung yang singkat ini tidak sia-sia ya :D Selamat liburan dan menyambut lebaran :D 

6/17/13

Ingatlah akan Dia

Mulai.. 
Merasa sepi ditengah-tengah keramaian 
Muak dengan keributan di sekitar 
Menyesak, sulit bernapas 
Kosong, hening isi hati 
Lalu, kamu menengadah 
Kamu mengingat Dia 
Ya, Dia Sang Maha Kuasa 
Kamu kembali mengingat masa lalu 
Kamu kemudian menyadari 
Bahwa Ia ada, Ia bisa kamu rasakan,
Dalam tiap tetes keringatmu, 
Dalam tiap kali jatuh bangunmu 
Kamu bisa merasakan penyertaan-Nya 
Lalu mengapa kamu merasa sendiri? 
Ingatlah Dia, ingatlah penyertaan-Nya 
Kamu tak akan tergeletak, tak akan sampai roboh 
Ingatlah akan tangan-Nya yang selalu siap menopangmu 
Ingat, ya teruslah ingat akan kehadiran-Nya dalam hidupmu…


Sudah sebulan genap saya tidak menulis disini. Beberapa minggu ini saya kembali harus melakukan penelitian di laboratorium lagi. Padahal sebelumnya saya sudah menyelesaikannya, hanya tinggap tahap akhir saja. Namun ternyata dosen pembimbing menambah beberapa pekerjaan yang harus saya kerjakan kembali. Ya, mau bagaimana lagi >.<

Lagi-lagi saya mengalaminya. Kelelahan yang luar biasa. Ah, andai saja saya punya tubuh yang tahan banting. Yang bila kehujanan, tidak gampang jatuh sakit. Juga yang jika kelelahan dan kurang istirahat, tak lantas langsung roboh. Bukan seperti yang saya alami sekarang. Seperti itulah ceritanya. Saya jatuh sakit lagi. Tak cuma itu, saya yang moody mengalami bad mood dalam beberapa hari ini. Ya, ini memang lantaran kondisi tubuh yang sangat tidak mengenakkan. Alhasil, rasa-rasanya ingin marah-marah saja. Kesal pada semua orang. Tidak ingin mempedulikan siapapun. Ah, tidak enak sekali -__-

Beberapa hari ini saya ditegur-Nya. Saat itu saya sedang merenungkan suatu kisah. Kisah yang membuat saya balik ke masa-masa sebelumnya. Detik-detik saya merasa tak ada harapan dari penelitian saya ini. Saat-saat saya sudah hampir putus asa, tidak tahu lagi harus berbuat apa. Kisah itu menceritakan bagaimana Tuhan menuntun dan menyertai umat-Nya.  Tak hanya itu, Ia tidak akan membiarkan umat-Nya melewati perjalanan hidup begitu saja. Ada jaminan penyertaan penuh atas umat  dan saya pun akan menikmati pernyataan-Nya yang penuh jika saya taat pada-Nya.

Ah, renungan beberapa hari ini benar-benar menguatkan dan menegur saya. Saya tidak pernah sendiri. Balik ke masa-masa sulit tadi, saya kembali diingatkan tentang kasih Tuhan dalam hidup saya. Masa lalu benar-benar adalah masa yang tidak patut dilupakan begitu saja. Belajar dari masa lalu, belajar mensyukuri penyertaan-Nya. Saya menjadi ingat bagaimana tangan-Nya menopang saya disaat hampir jatuh. Ya, saya bisa merasakan itu :)


Lalu, kenapa saya harus merasa sepi atau sendiri di saat sulit begini? Ya, saya rasa tidak ada alasan bagi saya untuk merasa sendiri dan tidak sanggup lagi. Saya masih punya Dia :)